BANGKA BELITUNG TERANCAM PUNAH
Oleh : TOMY SEPTYO NUGROHO
MAHASISWA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
Tragedi radiasi nuklir yang belum lama terjadi di Jepang akibat Tsunami kini menjadi permasalahan yang banyak diperbincangkan bila ini terjadi di Bangka Belitung. Pemerintah Bangka Belitung rencananya akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di daerah Bangka Barat dan Bangka Selatan bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Rencana pembangunan reaktor nuklir ini banyak menimbulkan pro dan kontra di pihak masyarakat. Bahkan saat ini permasalahan nuklir di Bangka Belitung masih banyak diperbincangkan melalui blog di internet.
Nuklir yang selama ini kita kenal sebagai bom nuklir yang pernah dijatuhkan Amerika Serikat terhadap kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada perang dunia II tahun 1945, kini menjadi salah satu pembangkit listrik yang akan dibangun di Bangka Belitung. Apa jadinya Bangka Belitung bila reaktor ini meledak? Pada sejarah Hiroshima dan Nagasaki yang lalu, sebanyak 220.000 orang tewas akibat bom nuklir dan ribuan orang terkena pengaruh radiasi nuklir. Kita ketahui bahwa Pulau Bangka hanya memiliki luas sebesar 11.693,54 km², sedangkan Hiroshima memiliki luas 8.476,95 km2. Hiroshima yang cukup luas pun rata dengan tanah akibat bom nuklir, bayangkan apabila reaktor nuklir yang akan dibangun di Bangka Belitung meledak, lebih dari setengah wilayah Pulau Bangka akan rata dengan tanah dan akan terancam punah karena radiasi dari nuklir memiliki tingkat yang sangat tinggi. Apalagi reaktor nuklir yang akan dibangun di Bangka Belitung sebanyak 2 buah reaktor.
Banyak hal yang menyebabkan kerusakan pada reaktor. Bangka Belitung sendiri yang katanya sudah sebagian memenuhi persyaratan dibangunnya reaktor nuklir masih memiliki banyak ancaman yang akan menyebabkan kerusakan pada reaktor nuklir. Memang benar bahwa Bangka Belitung aman dari bahaya gempa, tsunami, dan gunung berapi. Namun, Bangka Belitung rawan akan petir. Bagaimana jadinya reaktor tersambar petir? Bangka Belitung memiliki kandungan logam yang sangat banyak seperti timah. Rumah yang sudah memiliki penangkal petir pun kadang kala masih tersambar sehingga terjadi konsleting listrik. Kadang kala trafo listrik di salah satu tiang listrik meledak akibat sambaran petir.
Pemerintah harus berpikir panjang sebelum membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Bangka Belitung. Pemerintah harus mengkaji ulang perencanaan pembangunan PLTN. Karena banyak dampak yang ditimbulkan dari nuklir. Masyarakat pun masih trauma mendengar kejadian yang terjadi di Jepang. Masalah kebocoran nuklir di Jepang masih berkepanjangan, belum ada penurunan yang signifikan terhadap penanggulangan yang telah dilakukan selama ini. Saya berharap pemerintah khususnya BATAN untuk memikirkan nasib rakyat Bangka Belitung, pun tidak meledak bahaya radiasi akan melumpuhkan aktivitas masyarakat Bangka Belitung yang kini beranjak untuk maju.
Selain itu, kelautan di Bangka Belitung pun akan terancam punah bila PLTN terealisasikan. Limbah reaktor nuklir yang dibuang ke laut akan mengancam nasib para nelayan. Mau makan apa nelayan Bangka Belitung apabila tidak ada ikan yang mau ditangkap? Ini juga menjadi “PR” bagi pemerintah untuk tetap tidak membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Bangka Belitung. Kalaupun limbah nuklir yang mengandung radioaktif tersebut ditampung, mau berapa lama ditampung? Kini lingkungan Bangka Belitung telah rusak akibat penambangan timah ilegal. Apakah kerusakan lingkungan di Bangka Belitung masih mau ditambah lagi dengan adanya limbah nuklir yang mengandung radioaktif? Sementara eklamasi lahan bekas tambang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa digunakan dan dihijaukan kembali.
Pengkajian ulang yang benar-benar detail perlu dilakukan oleh pemerintah. Apabila masalah yang tidak diinginkan ini terjadi, akan lebih menimbulkan masalah yang lebih besar lagi. Baru-baru ini kebakaran kilang minyak di Cilacap memakan waktu selama 5 hari untuk bisa memedamkan api yang berkobar. Itu baru kilang minyak, bila ini terjadi pada reaktor nuklir tentunya bukan kebakaran yang dihadapi namun ledakan yang sangat luar biasa dahsyat. Sementara ini reaktor nuklir yang mengalami kebocoran di Jepang para pakar pun kewalahan untuk menjinakkan reaktor nuklir yang membara. Bukan merendahkan Bangka Belitung, namun kita masih belum siap menghadapi nuklir di Bangka Belitung. Bangka Belitung sendiri belum pernah mengalami bencana yang besar, apabila ini terjadi maka tentu akan terjadi kepanikan yang luar biasa bagi masyarakat Bangka Belitung. Entah mau kemana rakyat Bangka Belitung bila hanya terjadi radiasi nuklir, Bangka Belitung akan seperti kota mati bila ini terjadi.
Tentunya masyarakat Bangka Belitung tidak mau Bangka Belitung ini punah karena nuklir. Kita masih memiliki banyak pembangkit listrik seperti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dapat dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di masa mendatang. Tidak perlu menghabiskan banyak dana namun memiliki resiko yang tinggi, lebih baik memanfaatkan yang telah ada, memaksimalkan yang telah dimiliki agar tidak timbul masalah yang tidak kita inginkan di masa mendatang. Kalaupun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tetap akan dibangun, cukup satu saja yang dibangun. Tentu dengan pengawasan yang ketat harus dilakukan oleh pihak yang terkait dengan PLTN. Selain itu pemerintah harus menunjuk pihak yang memiliki keahlian khusus dalam menangani reaktor nuklir.
1 comment:
saya sebangai anak asli daerah kep.bangka belitung,.setuju bgued dengan apa yang di bilang tadi... semoga pemerintah di kep. bangka belitung bisa lebih berfikir luas untuk efek kedepan apbila jadi nuklir di bangun disini..... menurut pendapat saya.. sebaik y nuklir itu di bangun di medan/riau...jadi radiasinya kena malaysia....
Post a Comment